SEKILAS INFO
: - Senin, 28-09-2020
  • 3 minggu yang lalu / Stadium Generale tanggal 18 September 2020
  • 3 minggu yang lalu / Pekan Peringatan Hari Padmanaba tanggal 19 September 2020
  • 3 minggu yang lalu / Penilaian Akhir Semester Gasal tanggal 30 Nopember – 9 Desember 2020
MEMBELAJARKAN PESERTA DIDIK MELALUI AYAT AYAT KAUNIYAH
Share artikel ini di media sosial kamu

Sebagaimana tugas dari seorang guru, yaitu mendidik, mengajar dan melatih, maka guru memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan segenap potensi dasar yang dimiliki siswa melalui berbagai macam cara atau metode. Membelajarkan merupakan usaha maksimal yang dilakukan guru untuk menggunakan suatu media dalam rangka melatih kemampuan siswa untuk memahami, menghayati, dan merefleksikan apa yang dia tangkap dalam kehidupan sehari hari.

Membelajarkan siswa dalam  Pendidikan Agama Islam bisa menggunakan ayat ayat dalam Alquran ataupun ayat-ayat kauniyah yang berupa kejadian alam ataupun di sekitar kita. Tujuannya adalah supaya peserta didik mampu memahami sekaligus meyakini ajaran Islam melalui pengoptimalan perhatian terhadap suatu hal. Ayat kauniyah bisa digunakan guru agama untuk membuktikan penjelasan mengenai  kebenaran yang telah tertulis dalam ayat ayat dalam Alquran.

Kejadian di alam semesta seringkali terlewat dalam perhatian dan penghayatan. Seperti gerhana bulan yang terjadi pada suatu malam. Peristiwa tersebut bisa saja disikapi sebagai sebuah berita dan informasi saja. Namun kejadian tersebut bisa digunakan sebagai bahan atau media untuk menguatkan peserta didik khususnya pada materi Alquran di kelas XII semester 1.

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam benar benar terdapat tanda tanda bagi umat yang berfikir (ulul Albab), Yaitu orang yang mengingat Allah di saat berdiri, duduk dan berbaring, serta memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, Yaa Tuhan kami sesungguhnya tiada yang Engkau ciptakan ini sia sia. Maha suci Engkau Tuhan kami dan jauhkan kami dari siksa api neraka” (QS Ali Imron 190-191).

Pendidik memberikan tugas untuk mengamati, lalu mencari tahu asal kejadian menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki peserta didik, kemudian mencari hikmah dibalik kejadian gerhana bulan tersebut. Kegiatan tersebut merupakan langkah yang bisa diambil untuk membelajarkan peserta didik. Gerhana bulan yang tidak setiap hari, ibarat peristiwa yang istimewa. Hal ini bisa dijadikan alasan mengapa peserta didik diberikan tugas mengamati gerhana bulan. Selain peristiwa siang dan malam ataupun hujan dan panas, gerhana bulan peristiwanya tidak ditemui setiap hari. Sehingga diperlukan pengagendaan kegiatan yang khusus. Bila terlewat maka konsekuensinya terlewat pula pengamatannya. Kekhususan waktu kejadian gerhana bulan pada malam dini hari menghasilkan sebuah perilaku untuk bangun di tengah malam. Guru bisa memberi tugas lain yakni melakukan salat malam dilanjutkan bermuhasabah atau refleksi terhadap kehidupan masing-masing peserta didik.

Demikianlah, belajar dari kejadian gerhana bulan bisa menimbulkan beberapa perilaku di antaranya sebagai berikut.

  1. Peserta didik membuat rencana untuk melakukan pengamatan. Dalam hatinya sudah terprogram hal hal yang harus dilakukan supaya bisa bangun di tengah malam. Sesuai dengan QS Alqosos ayat 77, bahwa perkara di dunia itu boleh diambil setelah memikirkan akhirat. Ini adalah ajaran untuk merencanakan sesuatu.
  2. Peserta didik mulai memperhatikan bulan. Saat melakukan hal tersebut mereka akan memperhatikan malam yang gelap saat bulan itu mulai terlihat menghilang lalu muncul Kembali. Salah satu ciri ulul albab yang tertera dalam QS Ali Imron 191 adalah manusia yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan apapun dan memikirkan pergantian siang dan malam.
  3. Mencari alasan mengapa bulan bisa mengalami gerhana merupakan Langkah memikirkan dengan teliti sebuah kejadian yang diberikan Allah kepada semua makhluknya untuk dipelajari. Hal ini merupakan pengamalan QS Ali Imron ayat 190.
  4. Selanjutnya menyebutkan hikmah dibalik kejadian gerhana bulan ini setelah mereka melakukan penghayatan yang mendalam merupakan bagian perilaku analisis. Analisis peserta didik diasah setelah melakukan berbagai langkah pengamatan seperti tersebut di atas.
  5. Gerhana bulan berlalu masih ada waktu di sepertiga malam terakhir, peserta didik melakukan sholat malam dilanjutkan beristighfar dan berdoa. Perilaku yang dapat dimunculkan adalah berlatih untuk melakukan ibadah yang berat bagi seorang Apabila ibadah sholat malam ini bisa dilakukan terus menerus maka hikmah terbesarnya adalah mereka mampu melahirkan akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur dalam kehidupannya.

Melalui kejadian gerhana bulan yang merupakan salah satu ayat kauniyah Allah, seorang guru bisa membelajarkan peserta didiknya.

 

Kontributor: Tri Khotimah Sholikhah, S.Ag., M.Pd.I

Editor: Annisa Mayasari, S.Pd.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

Rembug Padmanaba – “The Economy Vs Coronavirus”

Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Negeri 3 Yogyakarta tahun ajaran 2020/2021

Kategori

Maps Sekolah

Data Sekolah

SMA Negeri 3 Yogyakarta

NPSN : 20403178

Jl. Yos Sudarso, No. 7, Kotabaru, Yogyakarta
KEC. Gondokusuman
KAB. Kota Yogyakarta
PROV. Daerah Istimewa Yogyakarta
KODE POS 55224
TELEPON 0274 - 512856
FAX 0274 - 556443
EMAIL info@sman3-yog.sch.id
Open chat
Kontak Padmin lewat WhatsApp ?