Hari Kamis tepatnya tanggal 19 Mei 2016, Museum Penerangan atau yang biasa disingkat Muspen ini berkunjung ke SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kunjungan ini diadakan dalam rangka pencarian duta Museum Penerangan untuk generasi ke-empat. Museum yang terletak di Jalan Pintu II Taman Mini Indonesia Indah, Pondik Gede, Jakarta Timur ini datang dengan membawa beberapa koleksi benda – benda bersejarah, salah satunya kamera film “Darah dan Doa,” yang merupakan film nasional pertama pada 30 Maret 1950. Pengambilan gambar untuk film pertama tersebut kemudian dijadikan peringatan Hari Film Nasional.
Kunjungan yang didampingi oleh Bapak Agus Triwijana selaku Wakil Kepala Sekolah bidang sarana dan prasarana tersebut dimulai pada pukul sepuluh pagi, di Ruang AVA, SMA Negeri 3 Yogyakarta. Setelah acara sambutan dari Bapak Agus Triwijana dan pihak museum, dilanjutkan pemaparan mengenai Museum Penerangan itu sendiri. Museum Penerangan diresmikan oleh Presiden RI kedua, bapak H.M. Soeharto pada tanggal 20 April 1993, salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika. Koleksi Museum Perjuangan dibagi menjadi lima unsur media penerangan yaitu: bidang penerangan umum, radio, televisi, film serta pers dan grafika. Kemudian, Duta Museum Penerangan dari Magelang memperkenalkan diri dan membahas sedikit tentang Museum Penerangan serta menceritakan pengalamannya menjadi Duta Museum Penerangan. Para siswa kemudian diberikan kesempatan untuk mengajukan diri sebagai calon duta dengan mempresentasikan apa yang mereka ketahui mengenai Museum Penerangan setelah diberikan beberapa informasi oleh pihak Museum Penerangan lewat brosur dan presentasi. Dari lima siswa, hanya tiga siswa yang menjadi perwakilan dari SMA Negeri 3 Yogyakarta, yaitu: Aya Natalia (X IPS), Jessica Astrid Kartika (X IPA 1), dan Mohamad Reski Waluya (X IPA 1). Rencananya akhir bulan Agustus yang akan datang, ketiga siswa ini akan dikirim ke Jakarta sebagaiperwakilan dari SMA Negeri 3 Yogyakarta untuk bertemu dan berkumpul dengan Duta Museum Penerangan dari berbagai daerah lainnya.
Penulis: Amalia Ramadhani
Leave a Comment