SEKILAS INFO
: - Kamis, 25-02-2021
  • 2 bulan yang lalu / Try Out UTBK dilaksanakan pada tanggal 16 dan 17 Desember 2020 mulai pukul 07.30 Wib.
  • 2 bulan yang lalu / Penerimaan LHBS semester 1 tanggal 18 Desember 2020
  • 2 bulan yang lalu / Pelaksanaan Psikotest Kelas XII dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Desember 2020 mulai pukul 08.00-11.30Wib.
Share artikel ini di media sosial kamu

Mempunyai anak yang berprestasi dan dapat dibanggakan merupakan idaman bagi semua orangtua. Dapat menjadi juara sebuah perlombaan, menjadi juara kelas, dan segudang prestasi lainnya tentunya sangat luar biasa. Namun tidak setiap anak beruntung dengan hal semacam itu, peran orang tua dalam memotivasi anak juga bermacam, seperti membandingkan anak dengan saudara atau anak lain. Hal itu memang dapat memboost motivasi anak dalam berprestasi. Tetapi salah cara membandingkan dapat membuat anak tidak dapat meraih prestasi, apa saja efek negatif dari membandingkan anak?

 

“Coba kamu lihat si A, dia saja bisa juara kelas, kenapa kamu tidak?”

“Kenapa kamu gak bisa rapi kayak kakak sih, dek?”

 

 

Kepercayaan Diri Turun

Membandingkan anak dengan saudara atau anak lain dapat membuat kepercayaan diri si anak menurun. Dengan mengingat – ingat perkataan tersebut, anak dapat percaya bahwa memang benar dirinya tidak mampu. Nah ketidakmampuan itu dapat berubah menjadi rasa takut selama menjalani proses, sehingga anak tidak dapat meraih prestasinya.

 

Kebencian

Membandingkan anak juga dapat menciptakan kebencian baik untuk orang tua maupun si pembanding. Memang tidak ada salahnya membandingkan, namun jika dengan cara yang salah, anak akan merasa dinomorduakan, hal ini dapat menciptakan rasa benci pada anak.

 

Kehilangan Arah

Secara alamiah anak pasti akan menuruti perintah orang tuanya, jika orang tua berkata, coba lihat si A dia bisa menyanyi kamu nanti les menyanyi ya, anak pasti juga akan iya – iya saja. Apakah anak harus selalu menuruti hasrat orang tua? Tentu saja tidak, hal ini dapat membuat anak kehilangan arah dan sulit menentukan tujuannya suatu saat nanti. Setiap anak pastilah memiliki keunikan dan bakat sendiri, maka dari itu janganlah kekang anak dengan membandingkan anak.

Seperti yang sudah dikatakan diatas, membandingkan anak itu boleh saja, namun dengan cara yang benar. Misalnya dengan membandingkan anak dengan apa yang pernah ia lakukan dulu. Jika dulu anak pernah melakukan sesuatu yang membanggakan, naikkanlah percaya diri anak dengan cara itu. Buktikan bahwa anak itu mampu dan bisa meraih prestasi. Ingat juga bahwa membandingkan anak merupakan salah satu bullying.

 

 

Penulis: Amalia Permata Insani

 

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

Rembug Padmanaba – “The Economy Vs Coronavirus”

Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Negeri 3 Yogyakarta tahun ajaran 2020/2021

Kategori

Maps Sekolah

Data Sekolah

SMA Negeri 3 Yogyakarta

NPSN : 20403178

Jl. Yos Sudarso, No. 7, Kotabaru, Yogyakarta
KEC. Gondokusuman
KAB. Kota Yogyakarta
PROV. Daerah Istimewa Yogyakarta
KODE POS 55224
TELEPON 0274 - 512856
FAX 0274 - 556443
EMAIL info@sman3-yog.sch.id
Open chat
Kontak Padmin lewat WhatsApp ?