Siswa SMAN 3 Yogyakarta membuat sebuah prototype sistem drainase otomatis yang diintegrasikan dengan teknologi Bluetooth dan sensor ultrasonik. Inovasi tersebut membawa sebuah prestasi dalam ajang Youth International Science Fair (YISF) 2025 dengan meraih medali emas pada kategori Environmental Science. Inovasi sistem drainase otomatis memiliki manfaat terutama dalam mengatasi banjir di Indonesia. Sistem ini memiliki dua pengoperasian, yaitu pengoperasian berdasarkan ketinggian air dan pengoperasian jarak jauh. Ketika terjadi banjir, sistem drainase ini akan otomatis membuka sehingga dapat mengatasi banjir secara efektif. Selain itu, pengoperasian sistem drainase ini dapat dilakukan secara jarak jauh. Kedepannya, inovasi ini dapat terus dikembangkan dengan teknologi-teknologi yang lebih canggih supaya dapat meraih prestasi dalam lomba-lomba berikutnya.

Inovasi ini dilakukan oleh sekelompok siswa SMAN 3 Yogyakarta. Kelompok tersebut beranggotakan Dzaki Putra Indrastata, Adwa Haikal Ardhani, Muhammad Nuryuda Irdana, dan Quinsha Faeza Zulkarnaen dari kelas X. Siswa-siswi tersebut meraih medali emas dalam lomba YISF 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kemenangan ini tak lepas dari dukungan guru pembimbing yakni, Ermayanti, S.Pd., M.Pd. sebagai guru Fisika SMAN 3 Yogyakarta atas segala bimbingannya selama lomba ini berlangsung.
Lomba Youth International Science Fair (YISF) 2025 berlangsung pada 13-17 Februari 2025. Pengumuman kejuaraan dari lomba ini bertepatan pada tanggal 17 Februari 2025. Siswa-siswi ini mengembangkan inovasi sejak bulan Januari hingga pelaksanaan lomba tersebut.
Lomba Youth International Science Fair (YISF) 2025 diselenggarakan secara offline dan online. Siswa-siswi yang mendapatkan kejuaraan mengikuti lomba tersebut via online. Pengembangan inovasi sistem drainase otomatis dilakukan di SMAN 3 Yogyakarta yang didukung oleh fasilitas di SMA tersebut. Sistem drainase otomatis dapat diaplikasikan di perkotaan, terutama daerah yang rawan banjir. Terlebih lagi, sistem ini lebih efektif jika diaplikasikan dalam jumlah yang banyak. Hal tersebut karena sistem ini adalah infrastruktur yang bersifat investasi.
Siswa-siswi SMAN 3 Yogyakarta ini layak mendapatkan medali emas karena inovasi ini sangat berguna bagi masyarakat, terlebih banjir adalah salah satu bencana alam yang marak terjadi di Indonesia. Bidang yang diambil dalam inovasi ini adalah Environmental Science. Environmental Science adalah bidang yang berfokus pada hubungan interaksi antara komponen fisika, kimia, biologi di lingkungan yang berdampak langsung terhadap manusia. Oleh karena itu, banjir adalah permasalahan yang termasuk dalam bidang tersebut. Diharapkan, inovasi ini dapat membawa dampak yang signifikan terhadap permasalahan banjir di Indonesia.

Students of SMAN 3 Yogyakarta made a smart drainage system prototype that can be integrated with Bluetooth technology and ultrasonic sensor. This innovation brings an achievement in Youth International Science Fair (YISF) 2025, which achieved gold medal in the categories of Environmental Science. Smart drainage system innovation has the benefit of mitigating floods in Indonesia. This system has dual controls, which are automatic control based on water level and long range control. When floods occur, this drainage system will automatically open so that it can mitigate floods effectively. Furthermore, this drainage system can be controlled in long range. In the future, this innovation can be developed with various advanced technologies in order to gain more achievements in the next competition.
This innovation was carried out by a group of students in SMAN 3 Yogyakarta. The group consists of Dzaki Putra Indrastata, Adwa Haikal Ardhani, Muhammad Nuryuda Irdana, and Quinsha Faeza Zulkarnaen from class X. The students gain gold medal in the YISF competition 2025, which is held by Indonesian Young Scientist Association (IYSA). This winner can be achieved because of support from our supervisor, Ermayanti, S.Pd., M.Pd., as Physics teacher at SMA N 3 Yogyakarta, for every guidance during this competition.
The Youth International Science Fair (YISF) 2025 is held on 13th-17th February 2025. The announcement of the winner from this competition coincides on 17th February 2025. The students developed this innovation from January until the event of the competition.
The Youth International Science Fair (YISF) 2025 is held in offline and online competition. The student that achieved the win takes the online competition. The development of the smart drainage system takes place at SMAN 3 Yogyakarta, which is supported by the facilities in that school. The smart drainage system can be applied in cities, especially in flood prone regions. Moreover, this system is more effective if applied on a large scale. That is because this system is like infrastructure investment.
The student of SMAN 3 Yogyakarta is worthy of achieving gold medal because this innovation can bring many benefits to society, especially because floods are the common disaster that occurs in Indonesia. The field that takes in this innovation is Environmental Science. Environmental Science is a field that studies the interactions between physical, chemical, and biological components within the environment, with a particular focus on human impact. Thus, floods are problems that belong in that field. It is expected that this innovation will bring significant impact to the flood problem in Indonesia.
Leave a Comment