School Info
Thursday, 26 Mar 2026
  • SMAN 3 Yogyakarta - School of Leadership - Jogja Berhati Nyaman
  • SMAN 3 Yogyakarta - School of Leadership - Jogja Berhati Nyaman
24 July 2025

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025: Menumbuhkan Semangat Peduli, Solutif, dan Bersatu melalui Tagline “Ngunduh Wohing Pakarti”

Thu, 24 July 2025 Read 561x

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momen awal yang sangat penting dalam membentuk karakter, semangat, dan semangat kebersamaan bagi para siswa baru. Tahun 2025 ini, MPLS dilaksanakan dengan mengusung tema “Peduli, Solutif, Bersatu” serta mengedepankan tagline “Ngunduh Wohing Pakarti”, sebuah ungkapan filosofi Jawa yang bermakna “menuai hasil dari perbuatan dan perilaku.”
Tema ini dipilih sebagai refleksi dari tantangan zaman yang menuntut generasi muda untuk memiliki empati, keterampilan menyelesaikan masalah, serta kemampuan bekerja sama dalam keberagaman. Dalam konteks pendidikan karakter, ketiga nilai ini menjadi pilar penting untuk membentuk pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah merupakan fase penting dalam perjalanan seorang siswa ketika memasuki jenjang pendidikan baru, terutama di tingkat SMP atau SMA, oleh karena itu, pelaksanaan MPLS perlu dirancang dengan baik, menyeluruh, dan bermakna.


Kegiatan ini menjadi pintu gerbang bagi murid baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta menjalin koneksi dengan sesama murid , guru, dan seluruh warga sekolah. Dengan pendekatan yang penuh makna dan inspiratif, MPLS kali ini dirancang untuk tidak hanya mengenalkan tata tertib dan fasilitas sekolah, tetapi juga membentuk karakter yang berdaya guna bagi kehidupan bermasyarakat.
Aspek peduli diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial dan reflektif selama MPLS, seperti sesi berbagi pengalaman bersama kakak kelas, pengenalan program ekstrakurikuler yang berbasis kepedulian sosial, serta kegiatan penghijauan lingkungan sekolah. Para siswa diajak untuk menyadari pentingnya rasa empati, saling membantu, dan berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang ramah dan inklusif.
Salah satu inovasi dalam MPLS tahun ini adalah pengenalan “Tantangan Solutif”, di mana murid baru dikelompokkan untuk menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sekolah, seperti membentuk rencana kerja kelompok dan menyelesaiakan tugas tugas MPLS lainnya. Melalui pendekatan ini, murid dibimbing untuk berpikir kritis dan kreatif sejak dini, serta dilatih untuk menjadi pemecah masalah.
Kegiatan team building menjadi inti dari semangat bersatu. Permainan kelompok, diskusi bersama, hingga kegiatan bazzar kelompok menjadi ruang bagi murid baru untuk mengenal keberagaman teman-teman mereka. Semangat persatuan ini dikuatkan dengan sesi refleksi tentang pentingnya menghargai perbedaan dan menjalin komunikasi yang sehat.


Tagline MPLS tahun ini, “Ngunduh Wohing Pakarti”, menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan. Filosofi ini mengajarkan bahwa apa yang kita tanam hari ini—nilai, kebiasaan, dan perilaku—akan menjadi hasil yang akan kita tuai di masa depan. Dengan nilai kepedulian, sikap solutif, dan semangat kebersamaan, diharapkan siswa baru akan menumbuhkan karakter yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.
MPLS 2025 bukan sekadar mengenalkan sekolah sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai rumah kedua yang memupuk nilai-nilai kehidupan. Dengan semangat Peduli, Solutif, dan Bersatu, serta filosofi Ngunduh Wohing Pakarti, sekolah berharap para siswa baru dapat tumbuh menjadi insan yang berkarakter, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi masa depan. Selamat datang di dunia baru, tempat di mana kalian akan mulai menanam, dan suatu saat akan menuai hasil dari apa yang kalian perjuangkan.


Hari Pertama: Mengenal dan Menumbuhkan Kepedulian
Hari pertama dibuka dengan suasana semangat dan haru. Para murid baru disambut dengan hangat oleh kepala sekolah, guru, serta kakak kelas dari OSIS dan MPK. Kegiatan dibuka dengan upacara pembukaan MPLS, dan penyematan nametag oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Dalam sambutannya, Drs. Suhirno, M.B.A. selaku kepala SMAN 3 Yogyakarta menekankan pentingnya membangun rasa peduli, tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap sesama, lingkungan, dan proses belajar.
Setelah pembukaan, para murid mengikuti kegiatan-kegiatan yang berpusat di Grha Padmanaba, seperti pengenalan bagian kurikulum dan bagian kesiswaan untuk murid kelas X. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Pendidikan Karakter dan Sekolah Ramah Anak oleh Guru BK yaitu Ibu Septi Wulandari, M.Pd.,. Pada hari pertama ini murid Kelas X juga diajarkan mengenal hymne dan mars sekolah, agar dapat menyanyikan dengan lantang pada saat MPLS berakhir.
Sekolah juga menghadirkan narasumber eksternal dengan berbagai materi seperti Pelajar Beriman, Sadar Hukum, Menolak Kekerasan sebagai Wujud Syukur atas Kehidupan dari LBH Tentrem, gerakan antikorupsi dalam perpektif dari Lembaga Ombudsman DIY dan yang terakhir adalah Literasi Keuangan dari Bank Indonesia. 
Sore harinya, para murid diperkenankan untuk saling berkenelana dengan seluruh warga sekolah, lalu perkenalan dilanjutuan dengan lintas kelompok kecil yang dibimbing oleh kakak kelas. 


Hari Kedua: Membentuk Jiwa Solutif dan Berpikir Kritis
Hari kedua MPLS dirancang untuk menumbuhkan sikap solutif dan keterampilan berpikir kritis. Dalam dunia yang cepat berubah, pelajar dituntut tidak hanya untuk belajar, tetapi juga mampu merespons masalah dengan solusi yang kreatif dan efektif.
Pagi hari dibuka dengan senam pagi bersama sebagai wujud dari mengimplementasikan gerakan 7 kebiasaan anak indonesia hebat.
Kegiatan dilanjutkan dengan informasi persekolah oleh wakil kepala sekolah bagian hubungan masyrakat SMAN 3 Yogyakarta. Setelahnya merupakan sesi seminar dari BPBD Provinsi DIY, POLDA DIY dan BNN DIY. 
Kegiatan di hari kedua diakhiri dengan sesi pengenalan oleh OSIS dan MPK SMAN 3 Yogyakarta.


Hari Ketiga: Membangun Kebersamaan dan Semangat Persatuan
MPLS hari ketiga difokuskan pada nilai bersatu. Dalam konteks sekolah yang multikultural dan plural, penting untuk membangun pemahaman bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dirawat bersama. Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama, untuk menanamkan kebiasan olahraga pada murid sehingga akan tumbuh kebiasan baik bagi mereka.
Setelah senam pagi, murid kelas X kembali ke Grha Padmanaba untuk mendapatkan pemaparan mengenai informasi persekolahan bagian sarana prasarana, perpustakaan sekolah dan bagian tata usaha, lalu disampaikan pula mengenai Pendidikan Khas Kejogjaan yang berlaku di SMAN 3 Yogyakarta. Sesi dilanjutkan dengan “Inspirasi dari Alumni”, yaitu forum diskusi bersama Ketua Keluarga Besar Alumni Padmanaba, Mas Triyanto yang memberikan motivasi kepada siswa baru bahwa prestasi bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang dedikasi, keberanian mencoba, dan semangat terus belajar.
Pada hari ketiga murid kelas X masih mendapat materi dari narasumber eksternal seperti pengenalan penyakit tidak menular dari puskesmas gondokusuman, hari ketiga ini diakhiri dengan sesi wiyata mandala atau pengenalan lingkungan sekolah, yang dipandu oleh panitia siswa dari kelas XI.


Hari Keempat: Menggali Potensi, Merancang Masa Depan
Hari keempat menjadi waktu untuk eksplorasi jati diri. Kegiatan ini bertujuan agar murid lebih mengenali kelebihan dan kekurangannya, serta mulai memetakan arah yang ingin mereka tempuh di sekolah.
Melalui ‘Show Of’ para murid kelas X mengikuti lokakarya kecil seperti seni musik, olahraga, jurnalistik, fotografi, robotik, debat, hingga kewirausahaan. Mereka tidak hanya melihat tetapi juga mencoba langsung kegiatan dari berbagai ekstrakurikuler yang ditampilkan oleh kakak kelas.
Para murid kelas X juga mengikuti kegiatan pengenalan kegiatan tahunan yang ada di sekolah seperti penyelenggaraan Pentas Besar, Padzchestra (Padmanaba Orchestra), PPHP (Pekan Peringatan Hari Padmanaba atau perayaan HUT Sekolah) dan berbagai kegiatan tahunan lainnya.


Hari Kelima: Menjadi Bagian dari Keluarga Besar Sekolah
Hari terakhir MPLS ditutup dengan kegiatan senam pagi bersama, kemudian murid kelas X mengadakan bazzar yang mengusung tema Budaya International, para murid dibagi menjadi kelompok kecil yang setiap kelompoknya membuat tenant mengenai negara-negara yang ada di dunia. Kegiatan ini membuat murid mengenali ragam budaya, bahasa, dan tradisi dari berbagai negara. Mereka saling berbagi cerita, memperkenalkan bahasa daerah, makanan khas, dan pengalaman unik dari masing-masing negara. Sesi ini membangun kretifitas untuk mengenalkan identitas sekaligus membuka mata akan indahnya keberagaman.

Sebagai penutup, dilaksanakan apel penutupan dengan pelepasa nametag murid kelas X oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikukulum SMAN 3 Yogyakarta.

 

Facebook Comments Box
This article have

0 Comment

Leave a Comment

 

Pengumuman

Publish : 20/03/2025
Siswa SMAN 3 Yogyakarta lolos SNBP 2024: ‘persentase mencapai 72,28%’
Sebaran fakultas yang dipilih oleh siswa-siswi SMAN 3 Yogyakarta pada jalur SNBP dan IUP UGM..
Publish : 10/03/2025
STRUKTUR ORGANISASI SMAN 3 YOGYAKARTA
Struktur Organisasi SMAN 3 Yogyakarta Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 Facebook Comments Box
Publish : 05/05/2023
Pengumuman Kelulusan Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2022/2023
Kepada Padmanaba 78, Selamat atas keberhasilan menyelesaikan studi di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Segala prestasi..
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

MAP SEKOLAH