Page 97 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 97
nir yang merupakan salah satu tradisi meninggalkan tempat yang sangat aku
masyarakat Jepang. cintai. Hatiku sedih, aku menangis pe-
Ya, begitulah indahnya kerja sama dih. Apakah memang seperti itu para
semakin membuka wawasan kita. pejabat sekolah menyikapi nasib anak
Yang sungguh membanggakan dalam buahnya? Mengapa aku tidak diajak
semua acara yang diselenggarakan itu, berkomunikasi untuk menyikapi ma-
kita tidak mengeluarkan uang sepeser salah di atas? Mudah-mudahan, hal ini
pun untuk event tersebut. tidak terjadi pada guru-guru yang lain.
Aku jadi teringat waktu masuk sebagai
Berakhir Kelabu guru di SMAN 3 ini; aku yang dimin-
Di SMAN 3 Yogyakarta, aku meng-
ajar Bahasa Jepang dengan serius, ta baik-baik, bukan aku yang melamar
menjadi guru di sini, tapi mengapa be-
dan siswa-siswi pun mempelajarinya rakhir seperti ini?
dengan baik. Kerja sama dengan insti- Pengabdianku pun berakhir kela-
tusi di luar sekolah bahkan luar nege- bu. Aku harus menerima dengan ke-
ri, khususnya negara Jepang, terjalin cewa. Tetapi dalam kepedihan hatiku,
dengan baik. aku bersyukur karena di antara teman-
Namun, secara tiba-tiba, aku mene-
rima berita yang sangat mengejutkan teman guru masih ada yang bisa me-
mahami perasaanku. Para murid juga
terkait statusku sebagai guru honor- begitu perhatian, bahkan ada yang si-
er di SMAN 3. Pihak sekolah berdalih laturahmi ke rumahku untuk menyam-
dengan peraturan pemerintah terkait paikan salam perpisahan yang sangat
beban kerja guru PNS. Pada awalnya, menyentuh dan mengharukan. Aku
pejabat sekolah berjanji memperjuang- pun mulai belajar melupakan semua-
kan nasibku. nya.
Dalam penantian itu, aku mencoba
Aku percaya Gusti Allah mbo-
mencari kejelasan. Aku pun menele- ten sare. Allah mendengar ketika aku
pon berkali-kali dan datang ke sekolah meng adu kepada-Nya. Allah sangat
untuk menemui mereka. Sayangnya, adil, banyak hikmah yang luar biasa di
telepon tidak dijawab, di sekolah pun balik semua itu. Akhirnya aku bisa ter-
tidak bisa bertemu, dan janjinya diing- senyum kembali dan bersyukur. Teri-
kari. Keputusan sekolah yang sepihak ma kasih, yaa Allah.
menghendaki aku berhenti tanpa men- ***
dengarkan suaraku. Dan aku pun harus
89

