Page 100 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 100
tentuan. masalahnya, saya minta izin kepada
Teman-teman karyawan dan guru ibu kepala sekolah untuk membuatkan
honorer diminta mengirimkan SK (Su- SK duplikat bagi karyawan yang tidak
rat Keputusan) penugasan sebagai pe- lagi memilikinya. Bu Rini menyetujui.
gawai atau guru honorer dari pertama Maka saya membuatkan SK duplikat
sampai dengan terakhir. Bagi para guru bagi karyawan yang tidak memiliknya
honorer itu tidak terlalu sulit, karena dengan nencontoh SK asli yang dimi-
rata-rata mereka memilikinya. hanya liki teman yang lain. Apabila SK yang
ada seorang guru yang tidak memili- diduplikat itu terbit pada masa kepala
ki lengkap, maka kami pun memban- sekolah yang lama, mereka saya minta
tu melengkapinya. Namun, untuk para menghadap kepala sekolah lama yang
karyawan urusannya sangat rumit. dulu memberikan SK, untuk meminta
Sebagai solusi masalah, saya me- tanda tangan SK duplikat.
ngumpulkan mereka di ruang AVA dan Pada waktu pengumpulan SK dan
menjelaskan agar para karyawan ho- pemberkasan, saya minta kerja sama,
norer segera mengumpulkan SK Per- jangan ada yang pulang sebelum ber-
tama sebagai pegawai honorer sampai kas selesai. Bersama Bu Rini kami
dengan SK terakhir. Mereka mengeluh membantu teman-teman karyawan.
tidak memilikinya secara lengkap. Ru- Saya bagi tugas, ada yang bertugas
panya sebagian besar mereka tidak memfotokopi, ada yang membubukan
nengarsip SK-SK yg diberikan oleh cap legalisir setelah bu Rini menanda-
sekolah. Padahal mereka sudah beker- tanganinya. Mbak Fenty dan saya me-
ja belasan tahun di sekolah ini. Saya nyusun berkas mereka dengan SK urut
bilang kepada mereka, kami akan dari tahun ke tahun. Akhirnya pukul
membatu, tetapi semua harus berse- tiga dini hari menjelang subuh, semua
dia bekerja sama. Alhamdulillah, me- selesai. Berkas-berkas itu pun sudah
reka bersedia. tersusun rapi, siap untu diserahkan ke
Langkah Pertama, saya meminta BKD. Saya ingat betul, waktu itu mbak
mereka mengumpulkan SK yang me- Fenty hamil anak ke-2. Karena hamil
reka punya. Setelah itu saya minta to- saya suruh pulang saja, tetapi tidak
long Mbak Fenty untuk mengumpulkan mau.
dan mendata SK-SK itu dari tahun per Pagi harinya, berkas-berkas guru
tahun. Nomor SK, tanggal, dan bunyi dan karyawan tersebut pun berhasil
surat keputusan harus diketahui jelas, dikirim ke BKD. Senang rasanya. Le-
siapa saja yang memilikinya dan siapa bih senang lagi melihat senyuman di
saja yang tidak memilikinya. wajah mereka setelah menerima SK
Kemudian saya menghadap Bu Naban. Ini pengalaman yang tidak ter-
Rini – kepala sekolah, menceritakan lupakan bekerja sampai jam tiga dini
92

