Page 39 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 39
Drs. Sutardjo
Pengalaman yang Paling Berkesan
di SMAN 3 Yogyakarta
aya Drs. Sutardjo, ketika masih mengajar olahraga tentunya bukan di
aktif di SMAN 3 Yogyakarta se- kelas, tetapi di lapangan atau di bang-
Sbagai pengampu mata pelajaran sal. Saya menuju bangsal terlebih dulu
Olahraga. untuk mengambil peralatan. Tiba-tiba
Waktu itu saya ditawari oleh seseo- muncul ide unik sebelum mulai pela-
rang dari Kantor Wilayah Departemen jaran olahraga. Kupanggil salah satu
Pendidikan Provinsi DIY supaya saya siswa.
bersedia mengajar di SMA Negeri 3 “Ya. Ada apa, Pak?”
Yogyakarta. Alasannya, di SMA 3 keku- “Siapa nama temanmu yang tadi
rangan guru olahraga, padahal murid- paling ribut saat upacara bahkan ter-
nya banyak dan pernah terlibat tawur- tawa-tawa?”
an. Nah, saya menyanggupi dan saya “Mahesa.”
bertekad bisa membimbing siswa SMA “Tolong suruh masuk ke sini. Satu
3 agar tidak terlibat tawuran lagi. kelas, tapi teman-temannya suruh
Saya menginjakkan kaki pertama nunggu di depan bangsal. Paham?”
kalidi SMA 3 Yogyakarta ketika upaca- “Siap, Pak!”
ra bendera pada hari Senin. Di situlah Tak lama kemudian terdengar de-
saya dikenalkan kepada para siswa dan rap kaki berhenti di depan bangsal.
bapak/ibu guru serta karyawan SMA 3 Lalu seorang siswa yang tinggi besar,
Yogyakarta. Waktu itu yang menjabat berkaos olahraga warna biru bertulis-
kepala sekolah Bapak Drs. Sucipto. kan nama kelas, masuk. Takut-takut
Ketika saya disuruh maju untuk mendekati saya.
memperkenalkan diri, saya disoraki “Bapak, memanggil saya?”
oleh oleh para siswa laki-laki. Saya pi- “Benar. Tahukah kamu mengapa
kir, inilah siswa-siswa yang berpoten- kamu saya panggil?”
si menjadi bibit-bibit tawuran itu. Saya “Mungkin karena waktu upacara
agak grogi juga karena siswanya ting- tadi saya tertawa.”
gi-tinggi. Postur tubuh saya termasuk “Bagus! Ternyata kamu siswa yang
kecil waktu itu. Begitu upacara sele- hebat, pemberani, dan kesatria. Aku
sai, saya berjabat tangan dengan ba- acungi jempol kejujuranmu. Kalau tadi
pak/ibu guru dan karyawan. Lalu saya kau menertawakan aku, karena kamu
lanjutkan dengan mengajar. Tempat anggap aku tak meyakinkan sebagai
31

