Page 43 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 43
bih tinggi, mengingat pada setiap ta- “kencengnya” dinamika pembelajaran
hun penerimaan siswa baru selalu karena kendornya kelas II. Di kelas I
mendapatkan input siswa dengan bibit siswa kenceng karena tersisakan iklim
unggul. menghadapi Ebtanas SMP; kls III ken-
ceng menyiapkan UMPTN. Maka diu-
Masa Pancaroba sulkan kelas II ada tambahan les yang
Menghadapi kondisi sebagai diung-
kapkan di atas, Kepala Sekolah me- didukung penuh oleh rapat orangtua
siswa, dan sejak itu kelas II ada tam-
mandang bahwa tiba saatnya untuk bahan pelajaran di luar jadwal harian
melihat bahwa situasi hendaknya diba- bagi kelas II (MBB hlm. 17).
wa ke alam masa pancaroba dengan Korelatif dengan tambahan pelajar-
melakukan banyak perubahan. Lang- an kelas II, secara umum ditingkatkan
kah pertama Kepala Sekolah meng- usaha belajar dengan: 1) Jam pelajaran
ubah jam masuk sekolah. Kalau di se- kosong ditiadakan; 2) anti-jam diaju-
luruh DIY waktu itu masuknya pukul kan; 3) kalau ada guru tidak hadir guru
07.00 SMUN 3 Padmanaba masuknya semata pelajaran mengisinya dengan:
mendahului. Kelas III pukul 06.30, ke- 4) Mengaktifkan MGMP sekolah; 5) Soal
las I dan II masuk 06.45. ulangan harian dibuat berseri A dan B
Perubahan fisik yang lain, program
IPA yang semula 5 dijadikan 6 kelas, agar siswa fokus berpikir, dan bahkan
ada guru yang membuat soal berse-
dengan harapan perhatian guru lebih ri A,B, C, D; 6) selepas libur apa pun
fokus dengan jumlah siswa yang sedikit di hari pertama masuk pembelajaran
dalam kelas. Di sisi lain dimaksudkan berakhir sampai dengan jam terakhir.
untuk mengikis sifat over konfiden. (MBB hlm 43).
Hal lain yang fondamental dilaku-
kan pada periode Kepala Sekolah Pak Dari “Penjara di Tengah Kota”
Nursisto SMUN 3 Padmanaba tidak me- hingga “Dan Burung pun Ikut
nerima pindahan siswa. Di sisi hal yang ‘Bernyanyi”
lain, karena beberapa pertimbangan “Dalam penjara di tengah kota ini
dan saatnya sejumlah wakasek purna penghuninya boleh pulang ke rumah
tugas, Kepala Sekolah mengangkat setelah bekerja selama 7,5 jam seti-
Bapak Bambang Supriharjono, Bapak ap harinya mulai 06.30 sampai 14.00
Suradi, dan Bapak Sugito sebagai wa- WIB (MBB hlm 29,30,31)”, begitulah
kasek baru. bunyinya. Tempelan-temmpelan tu-
Perubahan lain berupa kebijakan lisan “keras” itu tersaji di kelas-kelas
di bidang pendidikan. Yakni, adanya dan di tempat yang strategis, seming-
tambahan pelajaran bagi kelas II. Ana- gu kemudian dibalas ungkapan satiris.
lisis Kepala Sekolah penyebab kurang “Tentang tradisi? Apakah tradisi indi-
35

