Page 34 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 34
Dra. Hj. Ardjilah Maksum
Pengalaman yang Paling
Berkesan
aya mengajar di SMA Negeri 3 pun ada yang kurang, sedikit nakal,
Padmanaba sejak tahun 1965, namun jumlahnya relatif sedikt. Se-
Smengampu mata pelajaran Ba- hingga mengajar mereka terasa ringan
hasa Inggris. Pensiun sebagai PNS ta- dan menyenangkan bagi saya.
hun 1996. Tetapi dengan adanya ren-
Pengalaman yang tak terlupakan.
cana International Class, saya diminta
Sambil menyelam minum air.
untuk tetap mengajar sebagai guru
Mulai tahun 1986 Pemerintah Indo-
honorer. Dengan demikian saya yakin,
nesia/Depdikbud membuka program
pengabdian saya paling lama di SMAN
PKG (Peningkatan Kerja/Keterampilan
3. Mungkin pesaing saya hanya Pak
Guru). Untuk mata pelajaran Bahasa
Bejo (Laboran).
Ingris di DIY, kebetulan terpilih tiga
Saya mengalami pergantian kepa-
orang guru, Pak Zam dari SMA 1 Yogya-
la sekolah kurang lebih 10 kali, mulai
karta, Pak Jum dari SMA 2 Yogyakarta,
dari Ibu Mujono Probopranowo, tahun
dan saya dari SMA 3 Yogyakarta, untuk
1965, sampai Ibu Rini Wulandari, ta-
menjadi instruktur di PKG, kami berti-
hun 2011.
ga dikirim ke Inggris untuk menambah
Kok “kerasan”?
ilmu. Walaupun kursus hanya tiga bu-
Karena ada dua alasan.
lan, tetapi program ini berekelanjut-
Pertama: an, tiga bulan sekali setiap dua tahun.
Guru-guru, dahulu disebut pamong, Maka kami “wira-wiri” ke Inggris tiga
di SMA 3 Yogyakarta ramah-ramah, se- kali.
medulur. Tidak membedakan guru se- Tahun 1986 di Bell College, Safron,
nior dan yunior. Tidak membedakan Eseex. Tahun 1988 di Ealing, London.
agama maupun pangkat. Saya merasa Tahun1990 di St Marjon, Plymont.
nyaman mengajar di situ. Sungguh pengalaman yang tak ter-
lupakan bagi saya mendapat tambahan
Kedua:
ilmu pengetahuan dan bisa melihat ne-
Siswa SMA3 kebanyakan lulusan
gara lain. Alhamdulilah.
SMP dengan NEM tinggi, minimal di
atas rata-rata. Sebagian besar cerdas Pahit manis saat Pandemi
dan penuh perhatian di kelas. Walau- Hubungan saya dengan alumni ta-
26

