Page 40 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 40
guru olahraga, ayuk kita selesaikan di “Siap, Pak. Sanggup.”
sini. Kita bertarung satu lawan satu. Kujabat tangan anak itu dengan
Teman-temanmu boleh masuk seba- mantab. Kutepuk-tepuk punggungnya.
gai saksi tapi tidak boleh membantu. “Terima kasih. Sekarang kita ke
Sanggup?” Sengaja kukeraskan sua- lapangan basket. Ajak teman-teman-
raku supaya teman-temannya yang di mu.”
luar mendengar. Mulai saat itu, upacara bendera se-
“Bagaimana?” tiap hari Senin berjalan tertib. Berkat
“Maaf, Pak. Saya telah berbuat sa- kerja keras bapak dan ibu wali kelas
lah tadi. Maafkan saya. Saya tidak akan juga. Bapak ibu wali kelas wajib be-
mengulangi lagi.” Wajah anak itu ter- rada di belakang barisan saat upaca-
tunduk, hilang aura sangarnya. ra bendera. Ketertiban saat upacara
“Benar, kamu menyesal?” bisa merambat ke ketertiban yang lain.
“Benar, Pak.” Memang perlu proses dan kesabaran.
“Oke, saya nggak mudah percaya. Seiring waktu, harapan saya terwujud.
Saya perlu bukti. Kamu sebenarnya Makin lama tidak terdengar lagi kabar
anak yang baik. Ajaklah teman-teman- keterlibatan siswa SMA 3 Yogyakarta
mu untuk menjaga ketertiban demi pada peristiwa tawuran dengan seko-
sekolah ini. Buktikan pada dirimu lah lain. Itulah kebanggaan saya, sela-
bawa kamu layak sekolah di tempat ini. ma menjadi guru olahraga di SMA Ne-
Sanggup?” geri 3 Yogyakarta. *
32

