Page 82 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 82
tanya pada bapak ibu guru senior. Ba- suka mengikuti yang fiksi. Begitu juga
nyak membaca, hukumnya wajib bagi- Pak Sis.”
ku. Entah itu buku-buku teori tentang “Berarti sudah lama sering bermu-
materi pelajaran Bahasa Indonesia, suhan‘, ya?”
memahami kurikulum dengan benar, “Eh, kok bermusuhan!” protesku.
maupun buku-buku sastra. Baik teori “Lah, kan sesama peserta lomba,
maupun hasil karya. Tanpa memper- Bu.”
kaya diri dengan bacaan-bacaan sastra “Sesama peserta lomba tidak ha-
maupun bacaan-bacaan populer, pe- rus bersaing dengan cara nggak sehat.
nyampaian materi bahasa akan terasa Pak Sis, menulis tentang banyak hal.
kering. Aku cuma suka bidang fiksi, Bu. Jadi,
Beruntung, aku punya hobi mem- aku salut dengan kemampuan beliau
baca dan menulis. Dua keterampilan menulis aneka hal. Sekarang ini, kami
yang serupa dua sisi mata uang. sebagai tim sedang menulis buku pe-
Dua keterampilan yang bisa saling lajaran untuk tingkat SLTP dan SLTA.
menunjang. Tanpa banyak membaca Jadi, dalam persaingan tetap kita jun-
referensi dan pengetahuan lain musta- jung pertemanan yang sehat.”
hil seseorang akan menuliskan sesu- “Minggu lalu, muncul juga tulisan
atu. Ibarat sebuah gelas jika gelas itu beliau di KR ya. Tentang pendidikan,”
kosong apa yang mau ditumpahkan? “Kalau di KR sering muncul tulisan
“Pak Sis itu suka menulis juga ya, beliau.”
Bu?” tiba-tiba Bu Gustin menghentikan “Bu Tati pernah punya pengalaman
pikiranku yang mengembara. mengesankan selama ikut lomba-lom-
“Wah, beliau jagonya. Nulis di Ko- ba menulis fiksi?”
ran, nulis buku pelajaran Bahasa Indo- “Punya.”
nesia, nulis cerita fiksi.” “Apa itu, Bu?”
“Berarti sekarang jadi saingan Bu “Ketika aku menjadi juara pertama
Tati di sekolah. Kalau ada lomba me- tingkat Provinsi DIY.”
nulis lalu beliau ikut, pasti Pak Sis yang “Tahun berapa itu, Bu?”
dimenangkan. Gak mungkin dua-dua- “Tahun 1994 dan tahun 1998.”
nya yang dimenangkan, peserta seko- “Mengapa Ibu menganggap itu pa-
lah lain bisa protes.” ling mengesankan?”
“Tidak juga Bu. Penilaian cukup “Karena aku bisa mengalahkan
obyektif. Pusat Perbukuan Nasional tiap Pak Sis!” jawabku mantab, sambil
tahun kan mengadakan lomba penuli- mengang kat kedua tinjuku ke udara.
san buku fiksi dan nonfiksi. Aku lebih Tiba-tiba Bu Gustin tertawa keras.
74

