Page 81 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 81
tulisan ini. Maka saya pilih yang paling di balik pagar. Karena pagar agak ting-
unik, Ikuti kisah berikut. gi maka mobil Forsa mungil itu tidak
kelihatan.
SAINGAN
“Astaganaga, ngirim mobil dan so-
Pagi itu aku belum berangkat ke
pir? Baik, Bu. Siap.” Aku segera ambil
sekolah karena nanti masuk jam keti-
tas kerja dan membujuk Edo agar mau
ga. Tidak terburu-buru pikirku. Lebih
diantar mbak Siti ke sekolah. Kami pun
baik kugunakan waktu yang sebentar
segera menuju mobil Mas Gondrong
ini untuk ngurus si kecil yang akan
yang parkir di jalan.
berang kat sekolah di TK dekat rumah.
Tak lama kemudian mobil sudah
Tapi kegiatanku terhenti karena ada
meluncur di jalan ke arah Tugu. Sete-
yang kulanuwun di halaman depan.
lah sampai Perempatan Tugu biasanya
Bergegas aku ke depan. Seseorang
aku ambil arah belok kiri untuk menu-
berdiri di luar jendela kaca yang tertu-
ju sekolah. Mas Gondrong kok bablas
tup korden transparan.
ke arah selatan.
“Pagi, Bu Tati,” kata Bu Gustin begi-
“Kok, lurus, Pak. Gak mampir seko-
tu aku buka pintu.
lah dulu?”
“Eh, mangga Bu, silakan masuk,
“Instruksi Pak Sis tadi langsung ke
ada apa, tumben pagi-pagi ke sini?
Jalan Cendana, Bu.”
Aku nanti ngajar jam ketiga, Bu.”
“Kan biasanya ada briefing dulu,
“Saya disuruh Pak Sis, jemput Bu-
Bu. Jangan sampai Ibu terlambat, mo-
Tati dan mengantar ke kantor Dinas
sok guru sekolah favorit dipanggil un-
Provinsi.”
tuk tugas membuat soal, datangnya
“Gandrik, ada apa kok mendesak?”
terlambat,” sambung Bu Gustin seke-
tanyaku agak bingung.
nanya.
“Ada undangan mendadak untuk
Benar juga kata Bu Gustin. Jangan
membuat soal. Tadi ada telpon ke
mempermalukan diri dan sekolah. Aku
sekolah, aku yang menerima. Terus
sadar betul, sejak hari pertama meng-
aku matur Pak Sis, terus aku diminta
ajar di sekolah itu, sudah kutanamkan
menjemput Bu Tati.”
dalam hatiku profesionalisme. Seba-
“Oke, Bu. Tunggu sebentar. Silakan
gai orang muda dan pendatang baru,
duduk dulu. Aku ambil tas kerja. Kita
hati-hati bersikap dengan para senior.
goncengan, kan?”
Sebagai guru baru, harus banyak be-
“Kita di antar Mas Gondrong. Itu di
lajar dari yang terdahulu. Bersikap bi-
mobil orangnya,” kata Bu Gustin seraya
jak dengan para siswa. Jika ada materi
menunjuk mobil Pak Sis yang diparkir
pelajaran yang belum bisa dipahami,
73

