Page 114 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 114

Drs. Agus “Agsa” Santosa

                Kenangan 21 Tahun menjadi Bagian

                               dari SMAN 3 Yogyakarta




                      egala  puji  hanya  kepada  Allah        kan di mana-mana, akhirnya diterima

                      SWT,  mulai 1 Oktober 1999 saya          oleh  sebagian  besar  warga  sekolah.
               Smenjadi guru di SMAN 3 Yogya-                  Sampai purna tugas sapaan “Pak Agsa”
               karta atas “undangan” kepala sekolah            melekat pada diri saya, bahkan meluas
               waktu itu, Bapak Drs. Nursisto, dan izin        sampai  di  lingkungan  komunitas  dan
               lolos butuh dari Kepala SMAN 1 Gode-            masyarakat tempat saya tinggal.
               an, Bapak Timbul Mulyono. Sebelum di
               sekolah ini, saya adalah guru di SMAN           Belajar bersama 13 murid III IPS:
               1 Godean sejak 1987.                            belajar di bawah pohon
                   Selama kurang lebih 21 tahun men-              Siang itu kali pertama saya menga-

               jadi guru di sekolah besar dan berwi-           jar di kelas di ujung timur sayap timur
               bawa  ini,  tentu  banyak  hal  yang  saya      gedung utama: III IPS.  Ada 12 siswa di
               alami dan rasakan, serta secara priba-          ruang kelas yang sangat luas itu. Saya
               di:  monumental  dan  layak  dikenang.          heran.  “Banyak  siswa  tidak  hadir  hari
               Tentu  tidak  semua  diungkap  di  sini,        ini?” Tanya saya setelah mengucap sa-
               karena  keterbatasan  halaman  yang             lam.  Para  siswa  terdiam  memandang

               disediakan,  juga  pengalaman  yang             saya. “Kami memang hanya bertiga be-
               ditengarai    “menciderai  reputasi”,  se-      las, Pak.  Satu izin.” Kata seorang siswi.
               ngaja  disembunyikan.  Seperti  pernah          Yah,  Kelas  III  IPS  hanya  satu  rombel
               mengakibatkan seluruh siswa Program             (rombongan belajar), dan siswanya 13!
               IPS SMA di kota Yogyakarta mengulang            Enam kelas lainnya: IPA.
               Ujian  Tata  Negara,  karena  saya  salah          Awalnya  heran,  karena  di  sekolah
               menuliskan jadwal.                              sebelumnya, justru rombel IPS lebih ba-
                   “Pak Sant” dan “Pak Agsa”                   nyak dari pada IPA. Ini unik, barangkali
                   Tampaknya  “Pak  Agus”  dinilai  se-        berkaitan  dengan  sejarah  sekolah.  Di

               bagai  panggilan  yang  terlalu  mains-         awal berdirinya, 1918, sekolah ini ada-
               tream.  “Pak  Sant”  adalah  panggilan          lah  AMS  Afd  B,  kemudian  pada  masa
               saya di waktu-waktu awal, 1999-2006.            kekuasaan  Jepang  berubah  menjadi
               Rasanya aneh, tapi itu kemauan siswa,           SMT  B,  bahkan  sampai  sekarang  ba-
               saya  terima  saja.  Kurang  lebih  pada        nyak orang masih mengenalnya seba-
               2006, panggilan berubah menjadi “Pak            gai SMA 3B. Sekolah IPA.
               Agsa”, kependekan dari Agus Santosa.               Dalam  sejarah    memang  pada

               Sebenarnya ide awal “Agsa” ini dari sa-         1950 sampai dengan 1960-an SMA di
               lah  seorang  guru,  tapi  saya  promosi-       Indonesia  dikategorikan  menjadi  tiga
                                                               macam, yaitu SMA A – Ilmu Bahasa, B



                                                          106
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119