Page 115 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 115
- Ilmu Pasti dan Alam (Paspal), dan C - guru dan karyawan ketika itu ada di
ilmu-ilmu sosial). SMA Negeri 3 ini dulu kompleks dalam gedung utama seko-
adalah SMA B: SMA III B YOGYAKARTA. lah, di dekat UKS sekarang), saya meli-
Siswa IPS hanya satu rombel de- hat pintu kelas III IPS, dan astaga! Di
ngan jumlah murid tak lebih dari 20 depan pintu kelas sudah berdiri Pak
itu adalah salah satu karakteristik Pad- Nursisto (Kepala Sekolah, yang juga
manaba. Keadaan ini sedikit berubah guru saya ketika di SMA) dengan se-
ketika diterapkan sistem PPDB (Peneri- nyum ramah dan tertawa renyah me-
maan Peserta Didik Baru) yang meng- nyapa saya, “Hallo, baik-baik saja, to?
haruskan anak memilih program IPA Ini stopmap presensi siswa kelas sam-
atau IPS pada waktu mendaftar, mulai peyan wis tak cangkingke”
TA 2018/2019. Siswa IPS tetap satu rom- Mak jleb perasaan saya. Dengan
bel, tetapi jumlahnya penuh satu kelas senyum serta merundukkan kepala,
(42 siswa). Sebelum ini, rekor jumlah saya mengucap terima kasih. Saya te-
siswa IPS sepanjang saya menjadi guru rima stop map itu dan masuk kelas,
adalah 30, yaitu IPS Padmanaba yang serta bertekad pada hari-hari berikut-
lulus pada 2002. Jaket kelas angkatan nya harus datang lebih awal. Ternyata
ini pun unik, bertuliskan “BUKAN IPA ketika itu Pak Nursisto sebagai kepala
PADMANABA”. sekolah sedang menjalankan misi me-
Jumlah siswa yang tak lebih dari 20 numbuhkan kultur sekolah berprestasi
itulah yang membuat saya lebih sering di te ngah-tengah kultur “santai tapi se-
mengajak mereka belajar sosiologi di lesai” atau “santai tapi sukses”.
bawah pohon rindang di halaman te- Dalam pemikiran Pak Nursisto, un-
ngah sekolah, daripada di ruang kelas. tuk mewujudkan visi sekolah menjadi
Ternyata ini juga menjadi kenang an in- garda terdepan penggerak pemban-
dah bagi para murid: belajar di bawah gunan bangsa harus dikembangkan
pohon. kultur atau budaya prestasi. Ini saya
ketahui dari membaca “Membangun
“Dihadang” Pak Nursisto di Depan
Pintu Kelas Budaya Prestasi” yang ditulis oleh Pak
Pagi itu pagi pertama saya meng- Nursisto (2002).
ajarkan sosiologi di BBE, Bimbingan Kepanitiaan Pertama: JIMAH!
Belajar Efektif. Semacam pendalaman Menjadi panitia atau tim pelaksana
materi. Saya tiba di sekolah kurang le- kegiatan di sekolah adalah hal biasa
bih pukul 06.35. Terlambat lima menit bagi guru. Namun, saya sempat down
dari waktu masuk pukul 06.30. Bukan dengan tugas pertama saya, sebagai
kesengajaan, tetapi ketika itu saya me- panitia “JIMAH”. Istilah JIMAH pun baru
mang belum terbiasa dengan waktu pertama kali saya dengar, terasa asing
tempuh dari rumah ke sekolah. Ketika dan aneh (Jawa: nyleneh). Ternyata
menuju tempat parkir untuk menaruh itu kependekan dari “Ujian Perkema-
Honda GL-100 (parkir sepeda motor han”. Pramuka sesungguhnya meru-
107

