Page 43 - ANTOLOGI PUISI X IPA 1
P. 43

Sendiri


                                   Bening Cahya Rembulan
                                  Hari ini Aku sendiri
                                Sama seperti kemarin
                             Dan akan selamanya sendiri

                 Meski dalam kerumunan, Aku tetap sendiri, bukan?

                             Sendiri bukan berarti sunyi
                            Kepalaku berisik, berisik sekali
                         Suara-suara itu saling bertabrakan
                  Tak berhenti dan tak tahu apa yang dikehendaki

                              Suara-suara itu bertanya,
                           pintu mana yang harus kubuka?
                             Yang kucari hanyalah putih
                       Namun, mengapa semuanya abu-abu?

                            Mencari kuncinya saja payah,
                          Aku tak mungkin salah membuka

                     Tiap hari, raut wajahku hanya tanda tanya
                            Akankah Aku berhasil nanti?

                              Aku sudah biasa diserbu,
                                  diserbu ekspektasi
                       Yang tak tahu bisa atau tidak kupenuhi
                      Aku tetap berjalan, meski tertatih, sendiri





                                                                          34
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48