Page 46 - ANTOLOGI PUISI X IPA 1
P. 46
Waktu yang Salah
Siti Fatima Azzahra
Jiwanya bagaikan kopi.
Nikmatnya, pahitnya, dan candunya.
Tak bisa lepas, terikat dalam labirin asmara.
Ia perlahan membunuhku dan juga mencegahku dari kematian.
Itulah cinta
Bak angin yang berhembus, tak berpihak pada keinginan.
Atau air yang mengalir, tak dapat diteruskan.
Menerima luka dan terus berjalan.
Jalan yang ada selagi untuk melupakan.
Beri kisah kita sedikit waktu.
Biar kubunuh perasaan untukmu.
Kala datang waktu kita berpisah.
Tak lebih dan tak kurang, rasa yang tepat di waktu yang salah.
37

