Page 42 - ANTOLOGI PUISI X IPA 1
P. 42
Sapaan Alam
Rajendra Adinata Wicaksono
Mentari, kini kau ada
Kemana saja kau?
Kapan kau 'kan terbenam?
Kuharap aku berteduh sebelum kau meredup
Hai, hujan!
Mengapa kau menangis?
Apakah mentari sudah tak melihatmu?
Lupakan, hujan, kau tak bisa bersama mentari sejak kau
ditakdirkan
Senja, itukah engkau?
Yang ada sebelum mereda
Bahwa sehelai daunpun menyadar kilaumu
Terlelap dalam ronamu sebelum kian sirna
Malam? Kau masih di sini?
Kilauan mentari kunang bertabur disana
Tidakkah seandai ingin bersama?
Walau ialah sekejap masamu
Kini, kumelepaskanmu
Tak tergagalkan oleh indahmu
Kapan kau memahamiku, bintang?
Kapan kau 'kan menyadari peranku dalam rasimu?
33

