Page 44 - ANTOLOGI PUISI X IPA 1
P. 44
Senja dan Kenangan itu
Maha Sasi Darmaningtyas Kirani
Kala itu,
Aku menikmati indahnya pemandangan disekitarku
Sembari berjalan di depan gedung-gedung yang megah itu
Banyak pohon melambai-lambai seakan-akan mereka menyambutku
Tak hanya pohon,
Daun yang berserakan pun menari bersama angin
Sang Mentari yang hendak pergi kembali ke asalnya,
Berpamitan dengan meninggalkan siluet merah di langit
Aku kagum,
Mentari pun punya cara yang indah untuk berpamitan denganku
Seolah-olah Ia menyambutku dengan kepergiannya
Aku merasa Senja merestui kehadiranku bersamanya
Dengan sambutan indah yang Dia berikan
Nyaman rasanya,
Bisa berjalan sembari menenangkan pikiranku
Sembari sedikit mengeluarkan keluh kesah kepadanya
Mulai dari percakapan serius,
Sampai obrolan yang tidak terduga dengannya
Senja selalu mengingatkanku dengan momen itu,
Itulah alasannya mengapa aku selalu suka untuk melihat Senja
35

