Page 38 - ANTOLOGI PUISI X IPA 1
P. 38
Pilihan
Maharani Wahyuningrum
Turunlah aku ke bentala karna pintamu
Atma yang suci belum ternodai
Tanpa kutahu suatu apapun
Tanpa kubawa satu barang pun
Mengharap belaian darimu
Bawalah aku ke dalam dekapanmu
Mata ini mulai berbinar saat bertemu dengan milikmu
Warna hitam nan pekat yang selalu membawaku hanyut
Tatapan dalam yang hangat, namun sayu
Apakah kau memiliki pilihan lain?
Bersama kita menatap langit penuh gemintang
Berandai kenapa kau yang paling bersinar
Di bawah bayang bulan kita memancarkan harsa
Kau selalu memberikan senyum termanismu
Bahkan suara yang terhalus
Adakah rahasia yang tersimpan di batinmu?
Memori terajut
Deru yang memenuhi telingaku
Dersik yang telah melukaiku
Gulita, aku tak mengerti apapun
29

