Page 33 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 33
Kau seperti pungguk yang merindu bulan
Tapi apalah yang ia pedulikan
Masa bodoh dengan glorifikasi narasi yang menjatuhkan
Siapalah yang menyangka
Katanya mentimun tak akan mampu melawan durian
Tapi ia punya Yang Maha Kuasa
Garis panjang takdir-takdir ini bukan manusia yang tuliskan
Dua pohon hebat itu
Telah menjatuhkan satu buah yang walau tidak-tak-jauh
Namun tetap sama berjayanya
Dua pohon hebat itu
Memiliki benih yang seharusnya menumbuhkan buah berwarna kuning
Rupanya Tuhan lebih menyukai warna cokelat
Lalu di sinilah buah itu
Banyak sekali tangan yang berebut memetiknya
Namun akhirnya sang buah memilih sendiri pemilik barunya
Tempat dengan nama Mahapatih terbaik sepanjang sejarah Hindu-Buddha
18

