Page 31 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 31
Merdekalah, Sang Sukma
Tjakraningtyas Ayu Dewi Sekar Kinasih
Seikat krisan merebah lemah
Mencari ke mana ia harus berbenah
Netranya membiru, bagaikan malam penuh sendu
Di depan kaca, jiwa raganya luluh lantak
Sukmanya tenggelam dalam selimut khayal
Di pangkuan ibu, meracau sakit dengan lidah kelu
Tak jarang surainya menyentuh lantai
Dalam gelap, mencari bayangan dengan penuh harap
“Kau biang keladinya!”
Menggerogoti kewarasanku dengan rakus
Hancurkan ragaku, menyisakan abu
Aku tahu, kelakku terburai dengan bentala ‘kan menyatu
Namun, dengan Sang Pencipta ‘ku menggantung doa
Ini tentang menunggu baskara menguning tatkala senja
Aku tahu diriku mampu
Hapuskan bayangan yang selama ini memasungku
Aku berjanji ‘kan bebas dari penjaraku
Dengan segala mimpi sebagai makananku
Aku lelah menjadi lemah
‘Kan kutunjukkan kelak penatku berbuah indah
Hingga nanti, dapat kulantunkan melodi kemenangan
16

