Page 32 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 32
Esa Hilang Dua Terbilang
Visiona Karima Jihadany
Ini tulisan tentang anak negeri
Semburat antusias di wajahnya tak abadi
Sama sekali
Karena begitu ia sendiri, semesta tampakkan dalam kebenaran jati diri
Manusia berisik
Pikirnya dalam beberapa kali malam-malam panjang
Suara-suara itu seakan merangsek maju
Mengusik
Dan mulai berbisik
Tak ada lagi buah yang jatuh dari pohonnya
Tak ada lagi bagai pinang dibelah dua
Entah siapa ia sebenarnya
Tak ada seorang pun yang jalan bersamanya
Namun satu yang ia tahu
Bahwa mudik menyongsong arus,
dan hilir menyongsong pasang
Ia bukanlah bunga kembang yang didatangi banyak sekali kumbang
Ia juga bukan putri raja dari kerajaan seberang
Maka, haruslah berjuang ia sampai titik darah penghabisan
Orang bilang tak usah terlalu tinggi
Nantinya juga menetap di dalam rumah
Orang bilang untuk apa berlari-lari
Dan di sinilah ia pada sebuah ranah
17

