Page 38 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 38
Rune 9
Janu Lanang Putrantoro
Kaulah yang kunanti-nanti
Semoga kau datang dengan damai
Membawa bintang-bintang dari masa lalumu
Kaulah yang kunanti-nanti
Semoga kau datang dengan pasti
Membawa banyak cerita tentang kerja kerasmu
Ia tertawa,
bukan, bukan aku yang kau nanti-nanti
Aku telah lama terbakar menjadi panas
Aku tidak membawa bintang-bintang melainkan kekeringan
Tak mungkin aku yang kau nanti-nanti
Aku tidak membawa kesenangan melainkan kekecewaan
Dirasakan gerutunya itu seperti ombak di lautan
Kita sangat mirip, pikirku,
Walau begitu, tetaplah kau datang meski lelah terbakar,
tetapi janganlah kau datang dengan bara-bara panasnya itu
Tetap datanglah meski penuh kekecewaan,
tetapi janganlah kau datang membawa kegagalan-kegagalanmu itu
Sebuah ucapan yang hanya lewat seperti angin lalu
Tak didengarnya lagi suaraku:
Marah? Apakah ia telah pergi?
Sepertinya akan ada perubahan lagi
Sepertinya akan ada badai lagi
Semoga ia cepat kembali
23

