Page 46 - ANTOLOGI PUISI X IPA 5
P. 46
Rengkuh rapuh
Sri Nadhif Apsarini (35)
Awan hitam yang mengembara
Seakan tahu kemana akan perginya
Menahan segala kesah yang tersandera
Menampung beban seraya bertanya-tanya
Langkah yang menambah luka
Mengadu pada semesta
Menangisi takdir cakrabuana
Bagai daksa mengancam asa
Berpasrah sampai batas sukma
Tegak hingga tiba nirankara
Diusap lembut bagai juwita
Tersenyum hangat penuh asmara
Salah yang menghardik sepi
Hingga tercipta ruang bunuh diri
Menampar hati justru diuji
Sebagai hamba yang terkasihi
Pantaskah diri menerima ini
Anugerah Sang Pencipta bumi
Hingga perlahan menerima diri
Membiarkan kasih merengkuh apsari
44

