Page 44 - ANTOLOGI PUISI X IPA 5
P. 44

Hilang Arah

                     Rahadhian Radita Khoirul Ummah (33)

         Daksa tanpa atma
         Tubuh tak bermakna

         Jiwa yang tak berguna
         Melangkah tanpa arah


         Amerta tapi tak memiliki asa
         Hirap pada jenggala yang gulita
         Nelangsa di dalam hampanya rinai hujan
         Terbungkam pada satu kenyataan


         Diri lelah yang tak lagi sama
         Menangis mengharap atma
         Berucap kepada Sang Semesta
         Bahwa diri ini sudah tak lara


         Tawa hilang makna

         Elegi penuh calar
         Loka tanpa asmara
         Menyerah tanpa asa


         Nestapa di langit samudra
         Berkabung di sudut dirgantara
         Bagai dersik yang tak didengar
         Aku hanya bayang di komedi dunia








                                          42
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49