Page 71 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 71
melanjutkan mengejar dengan pede- tua/dukun di selatan pasar Kranggan.
nya, tanpa menghiraukan keberadaan Wal hasil, tidak ketemu juga.
pak Solichin yang berdiri agak lama Pada waktu ada pembagian bahan
di belakang. Tetapi saya perhatikan, seragam, kain bahan seragam saya
anak-anak juga agak terganggu de- juga pernah hilang. Bahan itu tidak
ngan aktivitas Bapak Kepala Sekolah saya bawa pulang, melainkan saya ta-
yang mengukur beberapa meja dan ruh di belakang almari di Ruang BK.
kursi. Pagi harinya kain itu akan saya bawa
Setelah selesai mengajar, dalam ke penjahit V*nus di Lempuyangan,
hati saya bertanya, mengapa tadi pak tapi ketika akan saya ambil, kain itu
Solichin mengukur meja dan kursi sen- sudah lenyap.
diri, tidak menyuruh tenaga tata usaha Santai tapi serius
saja, atau nanti pada waktu istirahat.
Di SMA 3 Padmanaba Yogyakarta,
Saya baru sadar, bahwa tadi itu mung-
pernah ada slogan yang dikenal di ka-
kin supervisi kelas. Maklum, ketika itu
langan murid dan guru SANTAI TAPI
saya guru baru, masih lugu, kuru, tur
SERIUS. Kalimat ini kelihatanya sulit
wagu.
dipahami. Saya baru faham ketika saya
Hari apes mengajar dan banyak memberikan mo-
Pengalaman yang mengesalkan tivasi pada anak-anak, terutama kelas
juga ada. Saya pernah kehilangan gaji 3 yang akan menghadapi ujian. Saya
satu bulan karena keduluan diam- bilang kepada anak-anak, kamu ja-
bil orang. Waktu itu saya sedang ker- ngan sampai memalukan sekolah. Ha-
ja lembur dengan beberapa teman di sil ujian sekolah maupun UNAS ja ngan
Lab. Biologi untuk persiapan ulangan sampai kalah dari SMA 1 dan SMA 8.
umum. Saya diingatkan oleh bu Mar- Anak-anak pun menjawab dengan san-
ni, “Kana, kowe ki njupuk gaji ndisik, tai, “Pak Mantri tenang aja - tidak usah
mumpung bank-e rung bali”. Memang khawatir, beres, Pak.”
saya agak siang mengambil gaji. Se- Ternyata setelah saya amati cara
telah sampai di TU, menemui pegawai belajar anak-anak di kelas 3 berbeda
bank, pegawai bank bilang, “Pak Su- dengan ketika mereka masih di kelas
mantri sudah mengambil gaji”. Saya 1 atau kelas 2. Mereka lebih serius dan
gebrak mejanya dan saya bilang, “Yang tekun. Sungguh-sungguh mandiri dan
namanya Sumantri itu saya. Tadi yang percaya diri baik dalam mengikuti pe-
Anda layani siapa?” Akhirnya saya dan lajaran maupun ikut les di luar sekolah,
Pak Narto, diantar Bu Indah ke orang untuk mengejar ketertinggalan ketika
63

