Page 73 - Buku Bhakti Padma Bagya
P. 73
kat itu dibuat dengan warna dasar hi- berdoa. Alhamdulillah, dalam lomba
jau dan tulisan kuning. Tetapi saya dan cerdas cermat itu anak-anak SMA 3
Pak Hamid sebagai guru tidak ada mo- menang. Kelelahan jalan kaki 15 kilo-
tif apapun dengan pilihan warna itu. meter pun tertukar dengan kebahagia-
an menang lomba.
Jalan Kaki 15 Km
Pernah juga saya pulang dari SMA Sipir Gondrong
3 jalan kaki sejauh 15 km. Ceritanya Pada masa Pak Nursisto menjadi
sehabis mendampingi anak-anak men- kepala sekolah, saya ditugasi untuk
gikuti lomba cerdas cermat di TVRI Yo- menertibkan siswa yang datang ter-
gyakarta. Saya ikut rombongan meng- lambat, yang akan izin keluar, dan yang
gunakan mobil, pulangnya didrop di tidak tertib dalam berpakaian. Setiap
sekolah, dan waktu sudah menunjuk- hari saya jaga di dekat Pos Satpam Ti-
kan jam delapan malam. Coltompreng mur (pintu timur). Mungkin anak-anak
di Terban sudah tidak ada, akhirnya merasa tidak senang dengan cara yang
saya berjalan kaki pulang ke rumah. seperti ltu. Akibatnya diri saya pernah
Yah, hari itu memang penuh beban dibuat karikatur dengan diberi tulisan
jiwa dan raga. Pada lomba cerdas cer- sipir gondrong. Karikatur itu dimuat di
mat itu pun anak-anak memiliki beban buletin anak-anak.
mental yang sangat berat, sebab ada Demikain kenangan saya, semoga
ungkapan kalah wirang menang ora bisa mengingatkan kita kepada masa
kondang. Demikian juga para guru lalu waktu masih bersama-sama be-
pendamping sekaligus suporter, kami kerja di SMA 3, dan bisa menambah
terus berusaha memberikan motivasi kebahagiaan kita sekarang dan akan
serta menyemangati anak-anak dan datang.
65

