Page 9 - PADSTORY-X IPA 4
P. 9
Burung bayan yang mendengar perkataan Khojah Maimun pun berkata,
"Meskipun aku hanya segenggam, tapi aku bukan burung biasa. Bukan
burung dari surga maupun dari bangsa malaikat. Tapi aku adalah
hamba Allah Ta'ala, yang selalu memuji-muji Allah azza wajjala. dan
tentang hatiku ini, yang akan datang dalam sepuluh hari, aku sudah
tahu segalanya tentangnya. Adapun saat ini, tiga hari dari sekarang,
sebuah kafilah akan datang dari negeri Babal untuk membeli barang
dagangan yang disebut sanbal-sanbal. Jika Tuan ingin membeliku,
tunggu dulu orang yang menjual budak ini, dan Tuan akan membawa
sambal ke desa di negeri ini; ketika kafilah datang, Tuan akan
menjualnya, Insya Allah dari keuntungan sambal, tuan budak akan
membeli Tuan."
Setelah mendengar perkataan burung itu, terkejutlah Khojan Maimun.
Hatinya sangat senang dan segera ingin membeli burung itu, "Tuan,
aku ingin membeli burung ini. Urusan harga tidak usah terlalu
dipikirkan, aku pasti akan segera membayarnya," ucap khojan
maimun. Akhirnya saat itu juga, burung itu menjadi miliknya.
Dibawalah Burung Bayan itu ke rumahnya. Dibuatnya sangkar yang
sangat indah untuk burung itu.
Setelah lunas membayar Burung Bayan itu. Khojan Maimun kembali
membeli seekor Burung Tiung dari penjual yang ia temui di pasar.
Dibawanya burung itu ke rumahnya dan diletakkan satu sangkar
dengan Burung Bayan.

