Page 10 - PADSTORY-X IPA 4
P. 10

Dengan adanya kedua unggas itu, dengan ajaib keberuntungan terus
                saja datang menghampiri keluarganya. Setiap hari tumpukan emas

               berdatangan kepada mereka. Suatu hari, Khojan Maimun berbincang

               dengan kedua burung itu. Mereka membicarakan tentang perniagaan
                 di laut yang lebih menguntungkan daripada perniagaan di darat.

             Khojan maimun sangat tertarik dengan perniagaan itu. Ia memutuskan

                untuk pergi dengan meminta izin terlebih dahulu kepada istrinya.
                Setelah menyampaikan pesan dan mendapat izin dari istrinya. Lalu

                 dipeluk dan diciumnya istrinya tersebut. Air mata terus mengalir

               membasahi kain baju mereka. Setelah itu, pergilah Khojan Maimun

               berlayar ke lautan. Dititipkanlah istrinya kepada kedua ekor unggas
                                                          itu.




             Hari demi hari berlalu, Khojan Maimun tak kunjung juga kembali. Bibi

                Zaenab terus-terusan memandang jalan dengan kesepian dan mata
                penuh harapan. Tak lama setelah itu, datanglah seorang anak Raja

                yang sedang berkuda. Anak Raja itu melihat kecantikan wajah Bibi

                  Zainab sehingga mereka berdua akhirnya saling jatuh cinta dan
                bertemu dengan dibantu oleh seorang perempuan yang sudah tua.

             Pada suatu malam, Bibi Zainab ingin berpamitan kepada Burung Tiung

                  untuk bertemu dengan Pangeran, tetapi Burung Tiung tersebut
               melarang dan menasehati Bibi Zainab karena perbuatannya itu telah

              melanggar aturan Allah SWT. Mendengar nasehat dari Burung Tiung,

                  Bibi Zainab pun akhirnya tidak terima dan marah. Ia melempar

                                  burung  itu sampai Burung Tiung mati.
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15