Page 30 - PADSTORY-X IPA 4
P. 30

"Garuda menyerang!” teriak salah seorang dayang.



               Sosok  itu  tiba.  Garuda  sekuat  baja  nan  sakti  mandraguna.
               Setiap  kepakan  sayapnya  menimbulkan  embusan  angin  yang

               sanggup  menerbangkan  manusia  manapun.  Sulit  sekali  untuk
               mendekatinya,  ditambah  dengan  kerusakan  yang  ditimbulkan,

               pantas  saja  ia  mampu  memporak-porandakan  negeri  Puteri
               Ratna Sari.



               Syah  Peri  melangkahkan  kakinya  melawan  angin  kencang.
               Dengan  nyalang,  ditatapnya  Garuda  itu.  Ia  berdiri  tegak.

               Tangguh,  tanpa  sedikitpun  kegoyahan.  Syah  Peri  melafalkan
               doa  dalam  hati.  Ia  melawan  Garuda  dengan  gagah  berani.

               Pertarungan  berlangsung  dengan  sengit.  Hingga  akhirnya,
               Garuda  yang  konon  tak  terkalahkan  terjatuh.  Kalah,

               mengembuskan napas terakhirnya di tangan Syah Peri.
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35