Page 29 - PADSTORY-X IPA 4
P. 29
Dengan segera, Syah Peri membuka cembul tersebut. Dayang-dayang
Puteri Ratna Sari keluar satu per satu. Raut wajah Puteri Ratna Sari
menjadi cerah penuh kebahagiaan. Berjalanlah ia ke arah dayang-
dayangnya, lalu dipeluklah mereka.
“Terima kasih banyak, Tuan Syah Peri,” ujar Puteri Ratna Sari penuh
suka cita. Senyumnya mengembang manis. Tak ayal, hati Syah Peri
langsung tertancap panah asmara.
Dengan sedikit tersipu, Syah Peri menjawab, “Tidak masalah, Puteri.
Saya —“
Perkataan Syah Peri terpotong dengan suara petir menyambar.
Langit menjadi gelap dipenuhi awan kelabu. Suasana bahagia
seketika berubah penuh kepanikan. Dayang-dayang berteriak. Air
muka Puteri Ratna Sari pucat pasi. Panik, takut. Syah Peri yang
menyadari perubahan tersebut segera menenangkan Puteri Ratna
Sari.

