Page 27 - PADSTORY-X IPA 4
P. 27
Tatapan Syah Peri langsung terpaku pada gendang
tergantung yang terdapat di puncak itu. Rasa penasaran
memenuhi hatinya. Syah Peri memegang gendang tersebut,
lalu ia memukulnya.
“Tolong, janganlah kau pukul gendang ini!”
Syah Peri seketika berhenti tatkala suara misterius itu
memasuki telinganya. Sejenak, tubuhnya membeku.
Kepalanya berputar, bingung. Sejauh matanya memandang,
tak ada orang lain di tempat ia berpijak kala ini. Kecuali, ada
seseorang yang berada di dalam gendang.

