Page 28 - ANTOLOGI PUISI X IPA 5
P. 28

Malam yang Sunyi

                           Kalyca Pramesti Ansori (19)

         Sebuah malam yang sunyi
         Tiupan angin menyapu kulit

         Dengan dinginnya malam
         Yang menusuk tulang


         Aku duduk termenung
         Memandang sang bulan
         Cahayanya terang
         Namun tak mampu menerangi kegelapan malam


         Bagaimana jika aku jatuh?
         Bagaimana jika aku gagal?
         Bagaimana jika mereka kecewa?
         Terus berputar dan mengelilingi pikiran di sepanjang malam
         Seperti bumi yang berotasi dan berevolusi pada sang mentari



         Tak sadar setetes air berjalan dan membasahi pipi
         Luapan emosi tuk membuat hati lebih baik
         Menenangkan diri dan mengakhiri malam yang sunyi


















                                           26
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33