Page 27 - ANTOLOGI PUISI X IPA 5
P. 27

Sulung

                           Kalisya Fatimatuz Zahra (18)

         Langkahnya tegas
         Berjalan mengikuti irama

         Mengejar cakrawala tanpa batas
         Untuk sang mutiara


         Punggung tegapnya
         Menjadi tumpuan dari segalanya
         Menahan segala beban
         Demi mutiara hidupnya


         Jemari lentik tanpa letih
         Yang bekerja tak tahu waktu
         Juga tak pernah tertatih
         Dan selalu menjadi rumah bagi mutiaranya


         Bahunya kuat

         Selalu menjadi sandaran untuk mutiara hidupnya


         Dan bibirnya itu
         Tak pernah letih berbicara
         Selalu menenangkan dan menjaga mutiara-mutiaranya














                                           25
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32