Page 32 - ANTOLOGI PUISI X IPA 5
P. 32

Terbitnya sang Mentari

                   Muhammad Dafarrel Raditya Kuncoro (23)

         Setelah malam yang gelap gulita
         Terbit lah mentari pagi yang menyinari dunia

         Banyak orang sudah menunggumu dari gelapnya malam
         Termasuk aku yang sudah menunggumu muncul dari
         peraduan


         Mentari engkaulah yang aku tunggu tunggu
         Burung berkicau menunggumu untuk hadir di dunia
         Dengan engkau melihatkan dirimu kepada kami
         Disaat itulah aku memulai kegiatan hari ini


         Mentari engkau seperti alarm tidurku
         Memberi tahuku setiap saat untuk bangun
         Jika tidak ada engkau dunia tidak akan baik-baik saja
         Engkau lah penyelamat dunia



         Mentari engkaulah sumber kehidupan bumi
         Tanpa kau bumi akan menjadi tempat yang dingin
         Gelap gulita tanpa arah dan tujuan
         Tidak ada cahaya untuk menerangi keseharianku


         Mentari berkat dirimu aku bisa melihat senyumannya
         Senyumannya terasa lebih indah karena dirimu
         Itulah yang setiap hari kutunggu-tunggu
         Karena senyumannya bisa mewarnai hari-hariku






                                           30
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37