Page 53 - ANTOLOGI PUISI X IPA 6
P. 53
Takdir yang kejam terus merepih
Hanya bertahan dalam langkah yang tertatih-tatih
Karya Tuhan yang tercipta untuk bersedih
Tercipta hanya untuk menanggung pedih
Tuhan, di hadapan cermin ini
Diriku bertanya sekali lagi
Bukankah tertulis dalam kitab suci
Aku tercipta dari citra-Mu tanpa terkecuali?
Mengapa justru Engkau tidak peduli
Hingga 'ku tersisih menjadi anomali?
Ingin rasanya terlahir kembali
Jadi sesuatu yang lebih diapresiasi
Seolah hujan lebat tanpa jeda
Sepakat dengan heningnya Yang Maha Kuasa
Harapan terakhir pun sirna
Suara kegelapan pun berkuasa
Akhirnya terucap dari mulutnya
"Biarlah aku menyusul Bapaku di surga"
40

