Page 54 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 54

Sayu matanya tak menipu
                                             Segalanya seakan terus menuntun,
                                                  ke dalam angan-angan semu,
                                           yang melemparnya ke arah tak tentu
                                               Sedang dalam benaknya ia tahu,
                                                  keinginannya untuk bertemu,
                                          hanyalah sekedar objek berwarna abu


                                                  Ramai tempat ia berbincang,
                                              tapi kenyataannya, ia seorang diri
                                               Mengharap kehadiran induknya
                                                Memandangi lalu lalang orang,
                                                           yang tertawa lepas,
                                         menerima pelukan hangat tiap harinya


                                                               Pada akhirnya,
                                                       yang fana tetaplah fana


                                                       Dipeluknya yang tersisa
                                                             Ia kembali, selalu
                                                               Karena ia tahu,
                                                    bahkan seekor kucing pun,
                                           akan selalu ingat jalan untuk pulang









                                                                          39
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59