Page 52 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 52

Lex



                             Daniell Zebedeus Wibisono Jr.


                       Fitnah bergema bagai angin berbisik lembut,
                         tapi hati kecil itu tetap tabah dan teguh
                     Dia bukan pelaku, namun dihukum tanpa bukti
                      Seperti pohon yang tak bersalah diterpa badai


                           Peluru kata bermusuhan terlempar
                     Namun, ia menjadikannya sebagai batu loncatan
                     Bukan hancur, melainkan bangkit dengan gagah,
                      anak tak tergoyahkan, fitnah takkan menang


                               Luka tak kunjung sembuh,
                      anak kecil itu terus berjalan, mencari keadilan
                      Dalam kegelapan, ada harapan yang bersinar
                Kebenaran akan bersinar, mengusir kabut fitnah yang kelam

                               -De minimis non curat lex




















                                                                          37
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57