Page 51 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 51
Dayung Sampan di Laut Ketidakpastian
Cahaya Putri Narida
‘Ku mendayung sampan
Mendayung lambat di antara bayangan ketidakpastian,
ke arah utara dan selatan,
ke arah timur dan barat
‘Ku mendayung sampan,
di redupnya malam
Memandang bintang yang menari-nari
Seluruh dunia tertuju padanya,
pada eloknya bintang
Lirih bisik angin membawa cerita terpendam
Dengan ragu menyelinap dalam setiap doa
Mengharap langit mendengar setiap doanya
Mengharap langit menghadirkan cahaya terang,
dan mengharap laut kan berakhir
36

