Page 41 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 41
Pelita Harapan
Rizqi Rosyid Agung Nugroho
Entah apa yang akan ada di ujung waktu
Rindu ini terpendam di dalam dadaku
Kunanti kehadiranmu dalam hari-hariku
Niscaya kuakan selalu menunggumu
Waktu berjalan menuju malam
Harapan ini membuatku bergumam
Layakkah sebuah perunggu bersanding dengan dirham
Walau masa depan kita masih buram
Walau begitu tegapkan badan untuk tetap bertahan
Demi mencapai sebuah harapan
Walau air mata ini sudah bercucuran
Menunggu engkau wahai pujaan impian
Mata yang tak melihat bukan berarti buta
Tak bisa meraba bukan berarti mati rasa
Tak bisa berbicara bukan berarti tuna wicara
Namun indra ini dibuat tak berdaya di hadapannya
26

