Page 3 - PADNEWS 11
P. 3
EDITORIAL
Harmoni dalam Pluralisme
Oleh: Dr. Kusworo, S.Pd., M.Hum.
Harmoni adalah kesepakatan ide, perasaan, tindakan, atau kombinasi menyenangkan dari berbagai
bagian, sedangkan pluralisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan masyarakat
yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). Kata pluralisme juga dapat dimaknai
sebagai keberadaan berbagai tipe orang yang memiliki keyakinan dan pendapat berbeda dalam masyarakat
yang sama.
Perbedaan dan pluralisme diyakini oleh banyak orang
merupakan ketentuan dari Tuhan (Sunatullah). Setiap orang
berbeda, tetapi mereka adalah sama, yaitu manusia, seperti
quotes yang terkenal dari Kofi Annan bahwa “Kita mungkin
berbeda agama, berbeda bahasa, berbeda warna kulit, tetapi kita
semua berasal dari satu ras manusia”.
Perbedaan dan keberagaman bukan hanya perlu untuk
disadari, tetapi juga harus disyukuri. Keberagaman adalah
sumber keindahan. Tanpa keberagaman, hidup akan sangat
membosankan. Bukankah pelangi itu indah karena terdiri atas
beragam warna dan setiap warna itu sama indahnya? Demikian
juga halnya dengan musik. Seperti yang dikatakan oleh Doug
Floyd bahwa “Anda tidak akan mendapatkan harmoni ketika
semua orang menyanyikan nada yang sama”.
Bahkan ada orang bijak yang mengatakan bahwa keindahan dunia terletak pada keberagaman
masyarakatnya. Jadi, keberagamanlah yang membuat sesuatu itu menjadi indah, bukan kesamaan.
Perbedaan juga sebagai sumber kekuatan. Sebagai contoh, konstruksi bangunan itu kuat bukan karena besi
penopangnya sama semua, tetapi justru karena mereka berbeda-beda dalam bentuk dan ukurannya.
Demikian juga dengan jari-jari tangan kita menjadi indah dan memiliki kekuatan untuk mengambil atau
melakukan sesuatu karena jari-jari itu memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Meskipun demikian, jari-
jari itu memiliki peran yang sama penting dan kita perlakukan setara.
3 PADMANABA NEWSLETTER | www.sma3jogja.sch.id Padnews#11 Edisi Bulan Februari s.d. April 24

