Page 77 - ANTOLOGI PUISI X IPA 6
P. 77
Aurora
Jannatan Hisankusuma (18)
Aurora, bintang pagi yang bersemi
Sinaran hidupku yang kian redup
Perlahan lenyap dan sirna
Hingga hanya rindu yang tersisa
Bagai sang surya, engkau bawakan cahaya
Menghangatkan hati, hidupkan mati
Namun sekarang engkau pergi, tak terlihat lagi
Menyisakan rasa duka dan lara
Riwayat kita memang penuh dengan luka
Dan tawa yang pernah terukir
Namun, kini hanya kenangan yang tersisa
Mengalir dalam aliran air mata
Namun 'ku yakin
Akan ada tawa yang lebih merdu
Canda yang lebih bergala
Dan ciuman yang lebih mesra
Kita akan berdiri bersama
Menatap matahari terbit
Menikmati keindahan
Aurora cahaya kebahagiaan
64

