Page 72 - ANTOLOGI PUISI X IPA 6
P. 72

Renjana
                                Keysia Yara Adeeva (20)


            Lorong kehidupan tak henti menggema tawanya

            Angan-angan kita yang kala itu bak raja dunia
            Asa tak terbatas cakrawala
            Getar detak jantungmu mengiringi langkah
            Langkah yang tak'kan henti merajut kisah

            Dekapanmu bagai matahari bagi langit kelamku

            Kau adalah pelangi bagi hitam putihku
            Binar pancaran matamu yang sedalam samudra
            Tak'kan henti kuselami dalam basuhan cahaya bulan

            Adakah jalan pulang 'tuk kembali padamu?
            Aku dipeluk nanar
            Mengelu-elu hangatnya dekapanmu
            Telah kukurung semua rasa perih yang mencabikku ini


            Rasa takut masih kugenggam nyaman
            Bagai cangkang kosong yang kehilangan tubuhnya
            Sekarat tubuhku dipeluk sepi
            Dirgantara kehilangan cahayanya
            Bagai swastamita, kau hilang dalam cahaya yang kekal



                                                                          59
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77