Page 60 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 60

Melukis Jalan Baru


                                 Loviena Fairuz Sasya



         Jalan bercabang terlukis pada kanvas kosong
         Si kiri lurus tanpa hambatan, kanan penuh dengan pilihan
         Namun, memalingkan dia pada pandangannya
         Tak memilih, diam ditempat


         Bayangan bergantian pergi dari sisinya
         Satu melangkah maju, dua melangkah mundur
         Waktu berlalu tak meninggalkannya
         Jalan dihadapannya makin berkurang
         Tak Ada yang mampu menggerakkannya


         Sampai akhirnya sosok tersebut datang
         Bersinar terang membutakan mata
         Dirinya hanyut di hadapannya
         Sisi baru muncul dalam dirinya

         Keinginan ‘tuk melewati jalan yang tak terlihat



         Dari jalan yang kian menyempit

         Pilihan yang semakin terbatas

         Menolaklah dia untuk maju
         Namun sekarang tujuannya mulai tampak
         Jalan baru yang tak disangka


         Maka lukislah dia pada jalan baru
         Jalan tanpa kepastian
         Dengan tatapan ke depan tak bergoyah
         Satu langkah untuk masa depan
         Berkatnya ini berawal
         Dan dari banyak pilihan, terpilih dia                            45
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65