Page 22 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 22

Melukis Mimpi


                                 Haris Fairuz Hakim



         Pagi saat terbitnya mentari,
         diiringi kicauan burung bernyanyi
         Teriknya merangkak hingga kaca jendela
         Terbangun diri ini dari lelap tidur


         Kubasuh paras ini dengan harapan
         Tersadar betapa pahitnya kehidupan
         Namun, teguran dari berbagai tekanan
         Menyadarkan diri ini untuk mencapai tujuan

         Begitu sulit untuk terkabulkan
         Begitu besar badai menerjang,
         tapi raga ini kuat berjuang
         Untuk mencapai mimpi yang diharapkan


         Kulukis mimpi bagaikan kuas menorehkan tinta harapan
         Kuwarnai lukisan dengan warna yang penuh angan-angan
         Kugradasi lukisan dengan banyak kepercayaan
         Sembari berdoa agar asa ini terkabulkan














                                                                           7
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27