Page 20 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 20

Kebun Angan


                            Amira Syahbaneisha Adnani



         Sarayu menarik dedaunan jatuh ke dalam pilu
         Meja makan bungkam di tengah kebun penuh kelabu
         Tersisa kursi kosong untuk seekor kangguru
         Entah ia hilang karena lelah dengan perjamuan yang semu,
         atau mungkin lelah dengan semua dirimu


         Badai mengamuk memenuhi kebun yang hampa
         Kursimu terikat oleh ranting-ranting penuh harapan dan doa
         Tersisa empat kursi disana
         Tetapi mengapa hanya dirimu saja yang berada?
         Ah, adakah yang bisa mewarnai perayaan kebun fana?


               Merengek untuk dilepaskan dari pelukan ranting yang menyesakkan
                                Raga yang dipenuhi genangan merahnya harapan
                                   Merangkak perlahan terbawa oleh angin angan
                      Berharap jatuh pada kebun yang menggelar ratusan harapan,
                                                               ribuan harapan,
                                                              milyaran harapan


                                  "Bolehkah berpesta bersama sang rembulanku?"

                         "Bolehkah bernyanyi bersama angin yang bersiulan haru?"


                                           Pilihlah, bunuh anak kecil penuh bilur
                                                             dalam cermin itu,
                                           atau bangunkan kebun angan milikmu

                                    Kebun angan yang akan menenggelamkanmu di
                                                             hamparan gana itu





                                                                           5
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25