Page 117 - ANTOLOGI PUISI X-7
P. 117

Sampai Tujuan






          Musim  semi  t’lah  menutup  tirai  meninggalkan  semerbak  harumnya.
          Debu  asa  mengisi  panggung  peri-peri  kecil.  Sang  Dewi  berdansa  elok
          bersama rembulan, melayangkan rintik asa yang hibur aksa kami, para
          peri. Lantunan asa yang berterbangan menarik kupu-kupu dalam rintik
          hujan.  Waktu  sudah  berhenti  berlari,  lembayung  membisikkan  langit
          luas, menandakan habisnya petualangan nirwana.


          Pilau pacarona milik kita sudah tamat berlayar di cakrawala. Nyanyian
          angin  menuntun  kami  tuk  sampai  dengan  aman.  Bagaimana?  Yang
          diabaikan dalam sendu. Yang terseok diburu waktu. Yang terperangkap
          dalam  buaian  tali-tali  rapuh  bak  ranting  pohong  bangka  yang  tak
          kunjung  melepas.  Tak  ada  fajar  hanya  remang  malam.  Tak  peduli,
          biarkan arumi jiwa kami kan bunuh semua anca. Rentangkan pelukan di
          bawah gemerlap, menarilah atas segala isak, kini pancaran kalbu kami
          kan terus berjalan.


          Entah  dimengerti  oleh  alam  atau  tak,  petualangan  berakhir,  namun
          butiran mimpi kami terus bergulir.





















                                                                         101
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121