Page 53 - ANTOLOGI PUISI X-1
P. 53
ANJANI
Lana Ataya Talita Gusmar
Arutala menatap sendu insan yang berduka
Nyanyian malam tak kuasa menahan gemuruh petir di hatinya
Jemarinya menahan rapuhnya angan, mengukir kata yang tak tersampaikan
Angin kencang menerpa, merenggut asa yang tersisa
Namanya menjadi luka yang tak bisa disembuhkan oleh masa
Isak tangis menghiasi malam, menjadi saksi kejamnya asmaraloka
43

