Page 17 - ANTOLOGI PUISI X-1
P. 17

DETAK HARAPAN


                                Ghilma Maliana Ilmi







               Waktu yang terus melangkah sepi
               Dalam diamnya menolak terhenti
               Mendekap dengan beragam khayalan
               Akan sebuah keindahan dari masa depan


               Di antara imaji yang penuh halusinasi
               Aku melabuhkan angan pada mimpi
               Bersama dengan detak yang menerka
               Pada jejak harapan tanpa adanya jeda


               Logika tak mampu merasuk pemikiran
               Karena luasnya diorama dalam bayangan
               Tak mungkin tersentuh oleh kemalasan raga
               Karena tekadku akan selamanya membara























           7
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22